INSTALASI AUDIO MOBIL
Rangkaian
penguat audio pada kendaraan bermotor ( mobil ) pada prinsipnya sama
dengan peralatan peralatan audio hifi home teater . Audio player theater berupa
CD/ VCD/ DVD/ MP3 , baik yang portable maupun smartphone / computer yang berfungsi
sebagai mereproduksi music / audio , Pada peralatan audio mobil, peralatan
audio player disebut dengan Head Unit yaitu bagian yang memproduksi audio /
music. Di dalamnya terdapat berbagai peralatan untuk input yang menjadi
kesatuan.
1.
Head Unit
Peralatan
audio yang sangat umum adalah radio/tape player / CD player / DVD player yang
secara umum diuraikan sebagai Head unit, juga dinamakan head deck.
Sekarang
telah dikembangkan teknologi head unit ditambahkan CD player dengan MP3, Ogg
WMA, AAC dan dukungan USB, Bluetooth serta Wi-Fi. Mobil modern kebanyakan
mempuntai CD player dan beberapa mempunyai pilihan untuk CD cahnger, yang dapat
dipasang disc ganda juga dalam head unit itu sendiri atau terpisah ditempatkan
dalam konsol.
Bahkan
terakhir telah ditambahkan DVD player dan layar LCD. Layar LCD juga
diintegrasikan ke dalam onstrumen konsol. DVD head unit mengumpankan
video keluaran ke dalam peraga yang dipasang secara terpisah atau ditempatkan
ke dalam sandaran untuk dilihat penumpang di belakang. Layar video dapat juga
menunjukan keluaran video dari komponen lain seperti system navigasi, game
konsol atau kamera parkir yang dapat secara otomatis diaktifkan bila mobil
bergerak mundur. Head unit pada umumnya menawarkan beberapa cross over (audio
cross over) dan equalization.
Pada
umumnya meliputi equalizer parametric dan atau grafis. Cross over biasanya
menggunakan filter pelewat frekuensi tinggi dan frekuensi rendah hanya
mengirimkan cakupan frekuensi tertentu ke komponen tertentu. Filter subsonic
umumnya menangani penguat yang bukan head unit.
2.
Power Amplifier
Dalam
bidang audio, khususnya Audio Mobil (Car Audio), amplifier biasa dikenal juga
dengan sebutan power. Penggunaan amplifier dalam sistem Audio Mobil bertujuan
untuk dapat menguatkan signal suara yang berasal dari main source atau head
unit yang kemudian akan dialirkan ke speaker. Jadi amplifier bertugas menerima
sinyal suara dari source dan mengolahnya agar sinyal suara memiliki tenaga yang
lebih besar dan kuat sehingga speaker mampu mengeluarkan suara yang maksimal
karena mendapatkan asupan tenaga yang dibutuhkannya dalam mengeluarkan
gelombang suara.
Amplifier
untuk penggunaan Car Audio, secara umum dikenal dengan jenis multi channel dan
monoblock. Amplifier multi channel umumnya digunakan untuk menguatkan keluaran
(output) sinyal Sound Audio dalam bentuk arus listrik ke speaker (Tweeter,
Midrange, Midbass ataupun speaker Coaxial), sedangkan untuk yang jenis
monoblock, biasa digunakan khusus untuk menguatkan sinyal yang akan dialirkan
ke Subwoofer yang sangat membutuhkan daya yang besar(Audio Sound).
Sedangkan
secara khususnya, Menurut Johny, instalatur dari Mega Audio, di bilangan
Jakarta Barat, amplifier dikenal juga dengan beberapa jenis amplifier(Audio
Sound), yaitu jenis kelas (Class) A, B, AB, D, Hybrid, Tube (Tabung) dan
masing-masing jenis memiliki karakter, daya output yang berbeda-beda, yaitu :
Class
A : Memiliki kualitas yang paling baik untuk menghasilkan kualitas suara, namun
sangat boros tenaga dan lebih cepat panas. Harga untuk jenis ini umumnya
dibanderol dengan harga yang sangat mahal, umumnya bisa lebih dari 20 juta
rupiah per unitnya, akan tetapi itupun tergantung dari merk-nya.
Class
B : Tidak cepat panas dan tidak boros tenaga, namun memiliki kualitas dalam
menghasilkan suara yang cukup baik.
Class
AB : Adalah yang paling banyak digunakan oleh pemain car audio, karena
karakternya merupakan gabungan dari amplifier class A dan B, sehingga dapat
lebih efisien dan fleksibel untuk digunakan dalam car audio system dan memiliki
kualitas lebih baik dari kelas B.
Class
D : Jenis ini paling banyak dipakai untuk men-drive subwoofer dan digunakan
untuk konsep SPL (Sound Pressure Level) karena amplifier class D memiliki daya
(Watt) yang besar dan mampu dibebani hingga dibawah 1 Ohm, sehingga mampu
menghasilkan suara bass yang lebih dynamic dan biasanya jenis class D itu
adalah monoblock amplifier.
Hybrid
: Jenis amplifier ini adalah yang komponennya elektroniknya menggunakan
transistor dan juga tube (tabung). Penggabungan kedua komponen ini membuat
amplifier jenis ini mampu menghasilkan kualitas suara yang berkarakter cukup
tebal dengan tonal akurasi yang baik layaknya amplifier full tabung, namun
tetap dapat dimiliki dengan harga yang masih terjangkau. Biasanya amplifier
jenis Hybrid memiliki harga ± 4 juta-an *(tergantung merk)
Tube
(Tabung) : Kalangan penggila car audio mengenal amplifier jenis ini lebih bisa
menghasilkan suara yang berkualitas dengan karakter suara vokal yang lebih
natural, tebal dan tidak kaku / kering, namun amplifier jenis tabung, umumnya
memiliki harga yang sangat mahal untuk dimiliki, kisaran harganya bisa diatas
40 juta rupiah.
Dengan
adanya perbedaan kualitas, karakter dan komponen dari tiap jenis amplifier,
membuktikan bahwa kualitas amplifier juga dapat menentukan karakter serta
kualitas suara yang dihasilkan dalam sebuah sistem Audio Sound mobil. Untuk itu
sebelum membeli amplifier harus banyak yang dipertimbangkan agar tidak salah
pilih, berikut beberapa tips memilih amplifier(Audio Cars) :
- Pilih amplifier dengan nilai
RMS (watt) yang besar dan THD-nya yang kecil.
Desain dan kualitas bahan juga tetap harus diperhatikan. - Sesuaikan daya / RMS amplifier
dengan kebutuhan speaker yang akan digunakan. Daya amplifier harus sesuai
atau lebih besar dari yang dibutuhkan speaker, karena apabila dayanya
lebih kecil dari kebutuhan speaker dapat menyebabkan kerusakan pada
speaker yang digunakan, karena adanya 'signal clipping'.
3.
Cross Over
Pada
dasarnya crossover terbagi dua jenis yaitu aktif crossover dan pasif crossover,
yang kedua jenis tersebut terbagi lagi dalam Crosover seri dan parallel.Pasif
crossover adalah jenis crosover mobil yang bisa langsung dihubungkan
langsung dihubungkan dengan speaker. Pasif crossover ini membutuhkan catu daya
sebesar CT 15 Volt untuk mengalirkan daya ke komponen aktifnya dan crosover
jenis ini juga membutuhkan dua buah IC TL-072 untuk membantu mengalurkan daya.
Sedangkan untuk aktif crossover adalah pada alat jenis aktif
crossover ini, alatnya menggunakan listrik buat menghidupkannya, singkat kata
cara kerjanya adalah cutting freq filternya atau menggunakan sebuah rangkaian elektronik. Dari kedua jenis
tersebut jenis crossover pasif masih menjadi pilihan karena pemakaiannya yang
lebih praktis dari jenis aktiv crossover.
crossover berguna untuk pembagi frekuensi dalam sound
reinforcement. Dan dalam crosover tersebut ada 3 hal yang terpenting yang harus
dipahami:
·
High pass filter, bagian ini berfungsi
menyaring frekuensi suara tweeter
·
Mid pass filter, bagian ini berfungsi
menyaring frekuensi suara midrange
·
Low pass filter, baguan ini berfungsing
menyaring frekuensi suara midbass dan subswoofer.
crossover sound adalah suara yang dihasilkan oleh
crossover. Sebagian orang menyukai suara yang keras ketika mendengarkan musik,
namun adapula yang menyukai suara yang jernih dalam mendengarkan musik. Selera
orang memang berbeda-beda, persepsi seseorang tentang keindahan suara pun dapat
berbeda-beda.
crossover adalah perangkat penyaringan yang membatasi
frekuensi yang mencapai pembicara. Ia membagi sinyal musik ke dalam rentang
frekuensi terpisah dan mengirimkannya ke speaker yang dirancang untuk mereproduksi
terbaik masing-masing rentang frekuensi. Crossover pasif sangat umum. Pada
dasarnya koil kapasitor atau dipasang pada speaker mengarah antara amplifier
dan speaker yang berhenti mencapai frekuensi tertentu dari pembicara. Ini
relatif murah dan mudah untuk menginstal. Crossover aktif hampir tak terbatas
disesuaikan. dapat bervariasi poin crossover dan menyesuaikan tingkat speaker
terpisah untuk mencapai keseluruhan suara terbaik di dalam kendaraan.
4.
Loadspeaker
Speaker merupakan salah satu perlalatan output
komputer berbentuk kotak atau bulat dengan kemasan unik yang berfungsi untuk
mengeluarkan hasil pemrosesan berupa suara dari komputer. Agar speaker dapat
berfungsi diperlukan hardware berupa sound card (pemroses audio/sound) .
Speaker memiliki bentuk, fitur dan ukuran yang
beraneka macam dengan tawaran kualitas yang bagus dan harganya yang semakin
murah. Saat ini speaker merupakan hardware yang hampir tidak dapat terpisahkan
dengan komputer, karena pengguna dapat terhibur dengan mendengarkan lagu dan
bisa juga sebagai
efek suara sebagai pemutar video
Sebagian
besar mobil sekarang memiliki speaker stereo mobil ini sebagai salah satu fitur
namun tidak semua stereo memiliki kualitas yang baik. Jika ingin menikmati
musik menggunakan speaker mobil dan sistem audio yang enak didengar telinga
sangat penting untuk menemukan speaker kanan dan sistem stereo.
Troubleshooting / permasalahan pada Speaker :
Troubleshooting / permasalahan pada Speaker :
1)
Speaker tidak dapat mengeluarkan suara
2)
Terdengar suara yang sangat pelan dari speaker
3)
Suara yang dihasilkan tidak jelas atau terputus-putus
4)
Salah satu speaker tidak mengeluarkan suara
Solusi untuk mengatasi
masalah seperti di atas :
1) Periksa
apakah speaker sudah terhubung dengan arus listrik atau tidak
2) Pastikan
kabel tidak rusak atau putus dan pastikan konektor kabel sudah terpasang dengan
baik
3) Periksa
pengaturan suara melalui komputer, dengan cara klik start > all
program > accessories > entertainment > volume control
(pada Windows XP)
4) Pastikan
driver sound card sudah terinstal dan tidak corrupt atau rusak. (misalnya
realtek AC97)
5) Periksa
apakah sound card dalam keadaan baik atau tidak.
6) Coba
gunakan speaker di komputer yang lain, bila bisa digunakan berarti ada masalah
pada speakernya.
5.
Power Suplay ( Perangkat Tambahan )
Pengertian
Power Supply adalah sebagai alat atau perangkat keras yang mampu menyuplai
tenaga atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke
tegangan listrik yang lainnya. 

6.
Sub Wover
Subwoofer adalah jenis perangkat individu dalam
pengeras suara yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan suara, memiliki
diafragma berbentuk kerucut, dan biasanya digunakan untuk memproduksi
pertengahan dan bagian frekuensi rendah dari sinyal musik. Biasanya untuk
mereproduksi frekuensi audio bernada rendah bass.
Rentang
frekuensi yang khusus untuk sebuah subwoofer adalah sekitar 20-200 Hz untuk
produk konsumen, dibawah 100 Hz untuk suara profesional yang lebih hidup, dan
dibawah 80 Hz dalam THX-yang disetujui sistem. Subwoofer ini
dimaksudkan untuk menambah rentan frekuensi rendah pengeras suara yang mencakup
pita frekuensi yang lebih tinggi. Subwoofer dibuat untuk satu atau lebih transduser pengeras suara
dalam sebuah kabinet pengeras suara yang mampu menahan tekanan udara saat
melawan deformasi. Subwoofer datang dari berbagai desain, termasuk reflex bass
(dengan radiator pasif dalam kabinet), tanpa batas penyekat, klakson, desain
brandpass, merepresentasikan hal yang sehubungan dengan efisiensi, lebar pita,
ukuran dan biaya. Subwoofer pasif memiliki trasnsduser dan kabinet yang
didukung oleh sebuah penguat luar. Subwoofer
aktif termasuk dalam sebuah penguat yang ada di dalam.
Audio mobil
Subwoofer
saat ini sudah digunakan untuk mobil terutama bagi orang yang menginginkan
gebukan bass dimobilnya lebih terdengar meskipun dengan audio sistem yang
standar. Mobil cocok untuk pendekatan tersembunyi subwoofer karena keterbatasan
ruang dalam kompartemen penumpang. Subwoofer dipasang di bagasi atau ruang
kursi belakang. Beberapa penggemar audio mobil bersaing untuk menghasilkan
tingkat tekanan suara yang sangat tinggi dalam batas-batas kabin kendaraan
mereka. Banyak subwoofer mampu menghasilkan kadar tinggi di mobil karena volume
kecil khas interior mobil.
Pengeras suara dan desain kabinet
Subwoofer
menggunakan perangkat individu pengeras suara yang biasa berukuran diameter 8
dan 21 inci. Beberapa subwoofer jarang menggunakan perangkat yang lebih besar,
dan subwoofer tunggal prototipe besar 60 inci telah dibuat. Pada spektrum yang
lebih kecil., perangkat subwoofer sekecil 4 inci dapat digunakan, tergantung
pada desain pengeras suara (kabinet), level tekanan suara yang diinginkan,
frekuensi terendah yang ditargetkan dan tingkat distorsi diizinkan. Ukuran
pengendali subwoofer yang paling umum digunakan untuk penguatan suara adalah
model 10 inci, 12 inci, 15 inci, dan 18 inci. Penguatan terbesar subwoofer
dihasilkan oleh perangkat berukuran 21 inci.
Rentang Frekuensi dan Respon Frekuensi
Rentang
frekuensi yang khas untuk subwoofer adalah antara 20-200 Hz. Sistem profesional
subwoofer untuk konser sistem biasanya beroperasi di bawah 100 Hz, dan sistem
THX beroperasi di bawah 80 Hz. Spesifikasi tanggapan frekuensi dari pengeras
suara sebagai upaya untuk menggambarkan rentang frekuensi atau nada musik yang
bisa di reproduksi dapat diukur dalam Hertz. Subwoofer bervariasi dalam hal
kisaran nada yang mereka dapat di reproduksi, tergantung pada sejumlah faktor
seperti ukuran kabinet dan konstruksi desain kabinet dan perangkat lainnya.
Spesifikasi
respon frekuensi bergantung sepenuhnya untuk relevansi pada nilai amplitudo.
Pengukuran yang dilakukan dalam rentang amplitudo yang lebih luas akan
memberikan respon frekuensi yang lebih luas. Sebagai contoh, ‘’’Subwoofer
sistem JBL 4688 TCB’’’ yang dirancang untuk sistem bioskop, memiliki respon
frekuensi 23-350 Hz ketika diukur dalam batas 10 desibel (0 dB sampai -10 dB)
dan respon frekuensi yang sempit 28-120 Hz ketika diukur dalam batas enam
desibel (± 3 dB).
Selain
itu, subwoofer bervariasi dalam hal tingkat tekanan suara dicapai dan tingkat
distorsi yang dihasilkan. Subwoofer Abyss, misalnya dapat mereproduksi nada
dari 18 Hz (yang adalah tentang nada dari catatan terendah pada organ pipa
besar dengan 32-kaki (9,8 m) pipa bass) dengan 120 Hz (± 3 dB). Namun demikian,
meskipun subwoofer Abyss bisa turun sampai 18 Hz, frekuensi terendah dan SPL
maksimum dengan batas distorsi 10% pada 2 meter di ruangan besar 35,5 Hz pada
79,8 dB. Ini berarti bahwa seseorang memilih subwoofer perlu mempertimbangkan
lebih dari sekedar suara terendah yang dapat direproduksi.
Penguat
Subwoofer
aktif termasuk penguat sendiri dalam kabinet. Beberapa juga termasuk pemerataan
kecocokan dengan pengguna yang memungkinkan untuk meningkatkan atau mengurangi
output pada frekuensi tertentu. Variasi meningkatkan ke sistem tata suara
parametrik sepenuhnya dimaksudkan untuk rincian pengeras suara dan koreksi
ruangan. Beberapa sistem tersebut bahkan dilengkapi dengan mikrofon, untuk
mengukur respon di subwoofer. Jadi sistem tata suara otomatis dapat memperbaiki
kombinasi subwoofer, lokasi subwoofer, dan respon ruang untuk meminimalkan efek
dari mode ruangan dan meningkatkan kinerja frekuensi rendah.
Subwoofer
Pasif memiliki perangkat pengeras suara subwoofer dan kabinet, tetapi tidak
termasuk penguat. kadang-kadang menggabungkan pindah silang secara internal
dengan frekuensi filter yang ditentukan di pabrik. Biasanya ini digunakan
dengan kekuatan penguat pihak ketiga, pindah silang aktif sebelumnya dalam
rantai sinyal. Sementara beberapa sistem audio rumah menggunakan subwoofer
pasif, format ini masih populer di industri profesional audio. Menggunakan
subwoofer pasif menambahkan fleksibilitas bagi pengguna, karena pengguna dapat
memilih jenis penguat (misalnya: Kelas AB atau Kelas D), amplifikasi baru, atau
fitur (misalnya, membatasi untuk mencegah distorsi) yang mereka ingin digunakan
dengan pengeras suara.
Proses pengaturan Tata Suara
Proses
pengaturan tata suara dapat digunakan untuk mengatur respon ruang sistem
subwoofer. Perancang subwoofer aktif kadang-kadang mencakup tingkat pemerataan
korektif untuk kompensasi masalah performa yang dikenal. Selain itu, banyak
penguat termasuk tapis pelawat rendah, yang mencegah yang tidak diinginkan
mencapai frekuensi yang lebih tinggi dari pengendali subwoofer. Misalnya, jika
pengeras suara utama pendengar dapat digunakan ke 80 Hz, maka penyaringan
subwoofer dapat diatur sehingga subwoofer hanya bekerja di bawah 80. Realisasi
penyaringan tidak mengizinkan pemotongan yang tajam, sehingga beberapa tumpang
tindih harus dikompensasi. Pemotongan digital pindah silang dapat menghasilkan
karakteristik pemotongan lebih tajam dan lebih tepat dari pada pemotongan
analog.
Beberapa
sistem menggunakan persamaan parametrik dalam upaya untuk mengoreksi
penyimpangan tanggapan frekuensi ruangan. Persamaan ini sering tidak dapat
mencapai respon frekuensi yang merata di semua lokasi yang mendengarkan,
sebagian karena resonansi (yaitu, gelombang diam) pada frekuensi rendah di
hampir semua ruangan. Mencermati posisi subwoofer di dalam ruangan juga dapat
membantu meratakan respon frekuensi. Subwoofer yang beragam dapat mengatur
respon merata karena dapat diatur untuk merangsang mode ruang lebih merata dari
subwoofer tunggal., memungkinkan pemerataan agar lebih efektif.
Tahap Kontrol
Mengubah
fase relatif subwoofer sehubungan dengan pengeras suara lain mungkin atau tidak
dapat membantu untuk meminimalkan gangguan akustik yang tidak diinginkan
destruktif di wilayah frekuensi yang ditutupi oleh kedua subwoofer dan pengeras
suara utama. Hal ini tidak dapat membantu di semua frekuensi, dan mungkin dapat
membuat masalah lebih lanjut dengan respons frekuensi, tetapi bahkan sangat
umumnya diberikan sebagai penyesuaian untuk penguat subwoofer tahap sirkuit.
Sirkuit tahap kontrol mungkin pola sirkuit yang sederhana atau variabel
kompleks .
Tahap
kontrol memungkinkan pendengar untuk mengubah waktu kedatangan gelombang suara
subwoofer terhadap frekuensi yang sama dari speaker utama (yaitu di sekitar
titik pindah silang untuk subwoofer). Efek yang sama dapat dicapai dengan
kontrol delay pada penerima audio rumah. Fase subwoofer
kontrol ditemukan pada penguat subwoofer sebenarnya banyak beralih inversi
polaritas. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membalikkan polaritas subwoofer
relatif terhadap sinyal audio yang sedang diberikan. Jenis kontrol memungkinkan
subwoofer baik dalam fase dengan sinyal sumber, atau 180 derajat keluar dari
fase.
Subwoofer Servo
Beberapa
subwoofer aktif menggunakan mekanisme servo umpan balik berdasarkan gerakan
kerucut yang memodifikasi sinyal yang dikirim ke koil suara. Sinyal umpan balik
servo berasal dari perbandingan dari sinyal input melawan gerakan aktual
kerucut. Sumber biasa dari sinyal umpan balik adalah beberapa putaran kumparan
suara melekat pada kerucut atau microchip berbasis accelerometer ditempatkan
pada kerucut itu sendiri. Keuntungan dari desain servo baik diterapkan
subwoofer adalah untuk mengurangi distorsi.Kelemahan utama adalah biaya dan
kompleksitas.
3.
ALAT DAN BAHAN
- Adaptor 12V min 5
Ampere 1 set
- Speaker Subwover 2
Coil 1 set
- Head Unit Car Audio Player 1
set
- Loadspeaker Oval
Fullrange 1 set
- Kabel
listrik secukupnya
4.
GAMBAR RANGKAIAN

5.
LANGKAH KERJA
1. Lengkapilah peralatan
dan bahan praktikum yang akan digunakan , periksa terlebih dahulu peralatan dan
pastikan peralatan bekerja dalam kadaan baik dan bekerja.
2. Gunakan head unit yang
tersedia dan catat serta analilis prinsip kerja setrta fungsi – fungsi player
yang tersedia pada head unit.
3. Gunakan loadspeaker
sesuai dengan jenis dan karakteristik, pasang pada peralatan head unit yang
tersedia
4. Bunyikan dan dengarkan
suara yang dihasilkannya. Atur pengaturan volume , nada bass dan trable
sehingga menghasikan bunyi yang enak didengar.
5. Catat jika terdapat
fungsi dan bagian lebih spesifik yang terdapat pada peralatan head unik.
6.
HASIL PENGAMATAN
|
NO
|
NAMA BAGIAN
|
FUNGSI DAN PRINSIP
KERJA
|
|
1
|
Mode
|
Untuk merubah input yang akan di gunakan
dari audio ke aux in
|
|
2
|
Mote
|
Untuk menghentikan semua nada
|
|
3
|
Volume / Potensio
|
Untuk Memperkecil dan memperbesar suara
|
|
4
|
Tombol Volume(di pencet)
|
Untuk mengatur nada Bass, Balance, dan
Volume
|
|
5
|
Power Tombol
|
Untuk menghidupkan atau mematikan Head Unit
|
|
NO
|
NAMA BAGIAN
|
FUNGSI DAN PRINSIP
KERJA
|
|
1
|
Open close rejek disk
|
Untuk memasukkan dan mengeluarkan disk
|
|
2
|
Port USB
|
Input USB, membaca data pada card tersebut
|
|
3
|
Port cd card
|
Utntuk membaca data pada card tersebu
|
|
4
|
Input aux 3,5 mm
|
Untuk tempat memasukkan input lainnya
|
|
5
|
Port disk
|
Untuk tempat memasukkan dick seperti DVD,
VCD, MPEG4
|
7.
EVALUASI DAN PENUGASAN
1.
Apa yang terjadi pada saat panpot atau balace
diatur pada posisi kanan dan kiri?
Jawab : Maka speaker
yang hidup sesuai arah posisi panpotnya, bila berada di arah ke kiri, maka
suara yang terdengar berasal dari speaker kiri saja, dan bila posisi pantpot di
putar arah kekanan maka suara yang terdengar hanya dari speaker kanan saja.
2.
Cari dan jelaskan fungsi dari
peralatan-peralatan audio mobil yang lain dan jelaskan fungsi dan
spesifikasinya
----------Fungsi
peralatan audio sudah di jelasakan pada teori pendukung sebelumnya….
8.
KESIMPULAN
1. Head Unit merupakan
perangkat audio yang terpenting dalam audio mobil, Head unit dalam hal ini
adalah jantung dari keseluruhan sistem. Pemain cassette/fm/cd/dvd/mp yang
dimasukkan ke dalam dashboard adalah satu-satunya tempat dari mana seluruh
sistem dioperasikan.
2. Untuk mengatur nada,
volume, dan tempat memasukkan berbagai jenis input dilakukan pada Head Unit.
3. Berdasarkan praktikum,
kita harus berhati-hati dalam menyambung kabel-kabel sesuai dengan
instruksi-instruksi uang ada pada petunjuk di permukaan head unit.

